Weekend Ngapain Aja? (Single Version)

Buat sebagian orang, sendirian aka alone bin lonely adalah hal yang bikin bored, mati gaya ga tau deh mau ngapain kalau ga ada temennya. Entah itu emang temen mainnya atau pacarnya lagi punya kesibukan sendiri atau emang ga punya temen 😂 😂.

Aku pribadi sebenernya lebih seneng melakukan semuanya sendiri, kecuali ke kondangan 🤣 . Mungkin efek sudah terlalu lama sendiri 😅 , ga juga anti sosial sih (lagian ga tau juga ciri anti sosial itu cem apa) cuma kalau melakukan hal sendiri berasa lebih cepet selesai ga kebanyakan drama. Contoh kecil, belanja bulanan, makan atau jalan kemana gitu. Kalau aku tipe orang yang bikin list sebelum ke supermarket, adapun setelah sampe sana berubah haluan ya beda cerita. Setidaknya udah tau tujuannya apa aja yang mau dibeli, bukan belanja ga jelas. Setelah semua barang yang di list done, ya udah balik. Atau mampir beli chatime atau sekalian beli makan. Beda cerita kalau belanja bulanan sama temen, apalagi yang suka galau, beli-engga-beli-engga, muterin satu supermarket berakhir dibarang awal atau malah ga jadi belanja. Huffftt 😤 capek tawaf cyiiinn.

Belum lagi urusan makan. Kalau makan berdua atau banyakan lebih galau lagi mau makan apa. Jawabannya “terserah” giliran dikasi option ada aja alesannya. Wanna cry.. 😭 . Kalau aku, bilang terserah artinya makan apa aja boleh, kalau pemilihnya lagi kumat biasa aku nentuin pilihan, balik lagi tergantung temennya mau apa engga diajak makan disitu. Meskipun sering kali berujung aku yang manut selera si temen. Yasudah. Itu deh alasanku kenapa lebih seneng melakukan sendiri, ga pake ribet. Beda hal ya kalau temennya sama-sama simple. Aku malah enjoy bareng-bareng.

Dari hal-hal kecil itu jadi kebawa sama hal lainnya. Sering kali dapet pertanyaan di waktu weekend, yang intinya menanyakan apa aja yang aku lakuin saban weekend tiba. Secara temen-temen tau aku ga punya tv dikosan, ga punya cowo yg bisa diajak jalan-jalan dan ga punya aktifitas selain kerja.

Well, mereka mungkin menganggap i am so pitty karena ga punya beberapa hal yang oleh beberapa orang adalah sumber kebahagian. Its ok lah ya. Buat ku weekend adalah waktu me-recharge diri setelah 5 hari ketemu orang-orang, bisa dibilang “me time”, mungkin ga dengan berlibur atau hal berarti lainnya. Buatku menikmati waktu pake mask sheet sambil nonton drama korea dan bisa tidur siang adalah sparkjoy tersendiri. Atau baca buku, kalau bosen bisa simple cooking. Walaupun cuma bikin seblak, tumis kangkung, bakwan atau ya apa aja yang lagi dipengenin. Kalau males akutnya lagi kumat ya berdiam diri aja dikasur sambil nonton youtube. Nyuci, nyetrika, ngosek toilet, browsing, dengerin musik, atau dateng kajian. Ah banyaklah hal yang bisa dilakukan even harus menghabiskan waktu seorang diri saat weekend tiba. Sesimple itu sih bisa bahagia tanpa harus sibuk menyamakan standar bahagia kita dengan orang lain. Ketimbang mesti menambah keribetan menghabiskan waktu weekend dengan orang yang ribet idupnya. Hah!

Iklan

Being Myself

Aku ga tau sih ya termasuk kedalam golongan orang introvert bukan. Mungkin lagi jaman kuliah bisa keliatan jelas kalau aku orangnya tertutup, kebanyakan mikir ini itu sampe badan gak gemuk-gemuk, banyak pertimbangan sebelum melakukan ini itu, milih ngalah walaupun pihak lawan harus sorak sorai menang telak karna aku ga ngelawan atau minimal jelasin duduk masalahnya. Suka males jelasin sih, jadi ya biar aja mereka mau beranggapan apa. Sekarang beda, aku kerja di lingkup yang mesti banget terhubung dengan banyak orang, banyak karakter, internal dan eksternal kantor. Awal-awal kerja, 1 tahun pertama agak susah menyesuaikan diri. Sering banget di “kambing hitam” kan orang-orang yang gak tau kerja profesional. Makin ngelunjak karna aku selalu diem. Dari situ aku “protes” sama diriku sendiri, kalau ada yang ga sesuai aku langsung lurusin dengan bukti data. Jadi mereka ga semena-mena lagi, minimal mereka mikir sebelum mau meng-kambing hitam-kan aku.

Jujur, dengan segala hiruk pikuk kerja disini aku jadi belajar banyak hal. Banyak. Diantaranya aku bisa men-switch pribadiku yang tadinya malu, nervous untuk ketemu orang-orang baru sekarang alhamdulillah udah lancar kalau diajak diskusi. Udah ga kikuk atau mati gaya 😂 *kemajuan pesat* . Aku jadi makin paham, dimanapun aku berada mau aku berbuat baik atau buruk pasti aja ada yang selalu komentar. Jadi ya ga usah diambil hati, ga usah dipikir sampe njlimet. Senyumin aja, selama yang kita lakukan ga merugikan siapapun 😊

Aku harus jadi diri sendiri, dengan prinsip dan karakterku yang udah baik (sambil terus memperbaiki keburukan-keburukanku). Orang lain ga suka dengan itu, yasudah biarkan mereka dengan penilaian mereka masing-masing. I don’t have to please everyone. Aku ga mesti (sok) bersikap hangat ke semua orang, yang notabene aku orangnya dingin dan cuek. Ga harus (sok) perhatian dan ramah padahal aslinya aku orang yang males basa basi. Dan ga perlu merasa ga enak hati kalau menolak sesuatu yang aku ga suka.

Dan aku pun ga berhutang untuk menceritakan apapun update kehidupanku ke semua orang yang menamakan diri mereka “teman” atau “sahabat” ku.

Tentang Aku dan Mereka #1

Dalam hidup seorang aku, pernah menjadi pribadi yang sangat tertutup dari orang lain dan lingkungan sekitar. Menjalani hidup sebagai pengamat dan pendengar yang baik tanpa banyak berkomentar. Kemudian, seiring bertambahnya usia, makin luasnya lingkungan pertemanan pribadi tertutup itu semakin “hangat”, sedikit demi sedikit mulai menunjukan ekspresi tapi tetap masih ada tembok tinggi yang membentengi orang lain tau terlalu banyak dan terlalu dalam tentang kehidupanku. Membentengi orang lain dari tau kesukaan dan ketidaksukaanku.

Hingga suatu fase kehidupanku, bertemu teman-teman yang super ekspresif dalam menunjukan kesukaan dan ketidaksukaan dalam hal apapun. Aku pun teracuni 😀 . Kata mereka, “kalo lu ga suka bilang ga suka biar dia tau dan bisa jaga sikap”. atau “kalo lu suka bilang suka biar orang lain bisa menghormati”. Kadang pun aku bertanya, “kalo nulis status “gitu” (nyindir pedas) ga takut dibaca sama yang bersangkutan?”. “update status gitu biar dia tau kalo gw ga suka”, jawabnya.

Duuh.. kok gitu ya 😀

First time

First time connect to wordpress mobile. 

Btw, 1 bulan lalu menghapus path account 😄 dan keluar dr beberapa grup WA. Dibilang ansos ga papa lah ya 😂😂😂

Tujuan utamanya bukan untuk mengasingkan diri, atau anti sosial, engga.. cuma lagi mau fokus sama diri sendiri (boleh dong yaks, iyain aja 😁)

Kasihan sama diri sendiri, terlalu banyak mengeksplore kehidupan orang lain, yang memang disuguhkan oleh org2 tersebut. Too much information will killing me.

Anggep aja lah aku emang lebay, ampeeekk segitunya delete account. Kalau kata Kirana, its ok no problem 😊

Jadi nulis ini ga ada intinya, selain buang uneg-uneg.